22 Desember 2012

Ciptakan Lapangan Kerja, BNI Terbaik se-Asia Tenggara

PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) meraih predikat sebagai perusahaan terbaik dalam mengelola urusan ketenagakerjaan dan pemeliharaan lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Asia Tenggara. Predikat terbaik itu dikukuhkan oleh The ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) melalui dua penghargaan yang dikemas dengan ASEAN Business Award (ABA) 2012.

Dua penghargaan yang diperoleh BNI adalah Most Admired Enterprise in the Employment Category dan Most Admired Enterprise in the Corporate Social Responsibility Category. Kedua penghargaan ini diberikan secara langsung kepada Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di Phonm Penh, Kamboja, Jumat (17/11/2012) malam, di sela-sela acara Closing Gala Dinner yang menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Business & Investment Summit (ASEAN-BIS) pada 18-20 November 2012.

Gatot menegaskan, penghargaan ABA ini membuktikan keseriusan BNI dalam mengimplementasikan program-programnya. Secara keseluruhan, program-program BNI akan bermuara pada tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan pembangunan ekonomi Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.

“Penghargaan ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh staf BNI untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Sebagai pengelola ketenagakerjaan terbaik, BNI dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru yang jumlahnya terus tumbuh, tingkat perpindahan pekerja (staff retention rate/ turnover indicator) yang terus menurun, serta anggaran pelatihan staf yang memadai. Setelah bekerja pun, pegawai BNI dilibatkan dalam lingkungan kerja yang positif dan disertai ketersediaan sistem perlindungan kesehatan yang memadai.

Jumlah lapangan kerja baru yang diciptakan dapat dilihat dari jumlah peluang kerja yang terus bertambah. Pada tahun 2009, jumlah peluang kerja baru di BNI masih 1.689 orang, mulai dari pegawai rendah hingga pegawai berpengalaman. Pada tahun 2010, jumlahnya bertambah menjadi 2.465 orang dan melonjak menjadi 5.380 pada tahun 2011.

Adapun tingkat perpindahan pegawai (turn over) di BNI menunjukkan kecenderungan menurun. Pada Desember 2010, turn over masih ada di level 3,1 persen, kemudian melonjak pada Desember 2011 menjadi 4,5 persen, dan pada Juni 2012 menurun lagi ke level 2,2 persen. Hal ini disebabkan oleh pertama, beragamnya fasilitas yang dinikmati pegawai BNI. Kedua, tingkat keterlibatan pegawai yang tinggi. Ketiga, berlakunya intervensi program matrik. Sementara itu, jumlah peserta pelatihan yang diselenggarakan bagi pegawai BNI terus meningkat, meskipun jumlah anggaran yang disediakan terus menurun.

Meski demikian, BNI tetap berkomitmen mengalokasikan 5 persen dari seluruh anggaran perusahaan untuk mendanai pelatihan sumber daya manusia, sesuai dengan aturan Bank Indonesia (BI).  CCR Untuk predikat Most Admired Enterprise in the Corporate Social Responsibility Category, BNI mengunggulkan tema “BNI Berbagi” sebagai kekuatan program kemitraan dan bina lingkungannya yang diberi nama Corporate Community Responsibility (CCR).

Dalam presentasinya untuk dewan juri ASEAN-BIS 2012, BNI memaparkan produk-produk turunan dari BNI Berbagi yang terkait langsung dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, yakni Kampoeng BNI. Kampoeng BNI yang diperkenalkan pertama kali pada 2007 ini mengusung konsep klasterisasi usaha-usaha kecil sejenis yang terpusat di satu lokasi yang sama.

Pemberdayaan ekonomi yang diberikan adalah dalam bentuk pinjaman berbunga sangat ringan, yakni 6 persen per tahun, kepada pelaku usaha di dalam Kampoeng BNI dengan kisaran batas kredit Rp 2 juta – Rp 10 juta. Pinjaman yang diberi nama Kredit Program Kemitraan ini bersifat dana bergulir, sehingga setiap pelaku usaha di Kampoeng BNI dapat menerima manfaatnya secara bergantian. Fasilitas kredit ini tidak dapat dinikmati oleh sembarangan orang. Hanya pelaku usaha pemula yang berkeinginan berkembang namun tidak memiliki akses terbuka pada pembiayaan bank yang berhak mendapatkannya. Pelaku usaha seperti ini antara lain yang tidak memiliki agunan kredit, namun tengah membangun bisnis yang potensial.

Pelaku usaha di Kampoeng BNI yang sudah berkembang dengan Kredit Program Kemitraan diharapkan akan melakukan ekspansi bisnisnya dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR), skema kredit yang dapat memberikan plafon pinjaman hingga Rp 20 juta namun dengan suku bunga sekitar 13 persen. Dan jika mereka berhasil dengan pengembangan usahanya, mereka kemudian layak untuk mendapatkan dukungan kredit komersial BNI dan pada akhirnya menjadi nasabah loyal BNI dari sejak kecil hingga besar. Hingga akhir tahun 2011, jumlah Kampoeng BNI yang sudah dibina mencapai sembilan lokasi dan akan bertambah. Ada 6.163 mitra binaan yang dikembangkan di seluruh Kampoeng BNI itu dengan kucuran kredit yang terealisasi mencapai Rp 267,206 juta. 

0 Comments: