08 Juni 2014

Pejabat Daerah Intimidasi Protes Soal CPNS Honorer

Kantor Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah menuding pemerintah daerah membungkam protes pengangkatan tenaga honor menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Para pejabat setempat mengancam akan menghentikan status honorer dan melarang mereka mengajar.

“Akibatnya pengaduan hanya dilakukan oleh sebagian tenaga honorer yang berani,” kata Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Jawa Tengah, Ahmad Zahid, Ahad, 11 Mei 2014. (Baca: Bupati dan DPRD Diduga Palsukan Data Honorer K2)

Mereka para tenaga honorer diminta tak melaporkan adanya kecurangan ke polisi, Badan Kepegawaian Nasional (BKN), maupun ke Ombudsman. Zahid menyayangkan intimidasi itu, karena berdampak pada kecurangan yang sulit diungkap.

“Ini bahaya, maka kami dorong harus ada gerakan membongkar tabir manipulasi pengangkatan tenaga honorer,” kata Zahid menambahkan.

Hingga saat ini, sejumlah tenaga honorer dari berbagai Kabupaten di Jawa Tengah yang sudah mengadukan kecurangan dan manipulasi pengangkatan tenaga honorer K-II, meliputi: Kabupaten Cilacap, Tegal, Purworejo, Demak, Salatiga, Kudus, Jepara, Blora, Pati, Rembang dan yang terbaru ini diikuti Karanganyar dan Wonogiri yang mengadukan pada Sabtu, 10 Mei 2014.

Rata-rata kecurangan manipulasi pengangkatan tenaga honorer dengan cara memalsukan surat pengangkatan yang disesuaikan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil.

“SK tenaga honorer dimanipulasi dengan teken pengangkatan tanggal 1 Januari 2005, padahal 1 Januari itu tanggal merah hari libur,” katanya.

Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

0 Comments: