Langsung ke konten utama

Simulasi Tes CPNS Tarik 700 Peserta Bursa Kerja

Minat masyarakat untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) memang sangat tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari peserta simulasi ujian sistem computer assisted test (CAT) yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparutur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)saat meramaikan Career Expo Jakarta 2014 di Senayan City, Jakarta.

Kepala Bagian Komunikasi Publik KemenPAN-RB Suwardi mengatakan, acara ini dapat menarik pengunjung acara pameran bursa kerja tersebut. Terbukti, dalam dua hari  mampu menarik 700 peserta.

“Peminatnya kaya ular berekor, kemarin 500 lebih. Hari ini terakhir 272 orang,” kata dia.

Suwardi menuturkan, acara tersebut ditujukan sebagai sosialiasi agar masyarakat mengetahui sistem seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Dia menerangkan, untuk mengikuti simulasi ini peserta mesti mengantre untuk mendapatkan nomor registrasi. Kemudian dengan nomor tersebut peserta baru bisa  membuka lembar soal. “Hasilnya langsung bisa dilihat,” ujar dia.

Adapun, dalam simulasi ini terdapat 50 soal dengan waktu pengerjaan sebanyak 10 menit. Jika soal terjawab dengan benar semua, maka nilai yang diperoleh sebanyak 250. Namun demikian, kata dia, masih banyak yang peserta yang belum mendapat nilai baik.

Sekadar informasi, pemerintah bakal membuka pendaftaran untuk mencari 100 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) pada minggu ketiga Juli 2014. Formasi itu terdiri atas 65 ribu CPNS dan 35 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Lowongan ASN itu tersebar di 482 instansi pemerintah, yang terdiri dari 31 kementerian dan 40 lembaga, serta 28 pemerintah provinsi dan 383 pemerintah kabupaten/kota.

Untuk CPNS, 25 ribu formasi disediakan untuk instansi pemerintah pusat, dan 40 ribu formasi untuk pemerintah daerah. Sedangkan PPPK terdiri dari 10 ribu untuk pusat dan 2 5 ribu untuk daerah.

Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Belum Perlu Merekrut PNS

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), yang diresmikan sebagai daerah otonom baru sebagai pemekaran wilayah Kalimantan Timur belum memerlukan pegawai negeri sipil (PNS) baru. Kepala Bagian Humas Pemkab Nunukan, Kaltim, Hasan Basri optimistis, Kaltara belum perlu merekrut PNS. “Pejabat Kaltara bisa diambilkan dari lima kabupaten yang tergabung di Kaltara,” papar Hasan. Menyinggung pernyataan Mendagri bahwa daerah otonom baru tidak perlu merekrut PNS, Penjabat Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, mengutarakan, sesuai ketentuan provinsi baru belum dibolehkan merekrut pegawai. “PNS-nya nanti direkrut dari PNS provinsi induk dan kabupaten/kota di Kaltim, khususnya dari Kaltara,” ujar Irianto. Senin lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meresmikan 11 daerah otonom baru, termasuk Kaltara. Selain Kaltara, daerah otonm baru di kaltim yakni Kabupaten Mahakam Ulu. Ada lima kabupaten dan satu kota di Kaltim yang bergabung ke Kaltara, yakni Kabupaten Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Bulungan, dan Kota…

Perangkat Desa Bakal Jadi Pegawai PNS

Rancangan Undang-undang (RUU) Desa mulai dibahas di parlemen. Partai Amanat Nasional (PAN) getol mendukung perangkat desa untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) secara bertahap. Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan mengatakan, dukungan tersebut merupakan sikap resmi partainya yang dituangkan dalam daftar inventarisasi masalah (DIM) milik PAN. “Kami berharap, fraksi lain bersikap sama,” ujar dia kemarinMenurut Taufik, sikap partainya itu selaras dengan harapan sebagian besar perangkat desa yang kerap disampaikan selama ini. “Kami harap, perdebatan awal yang alot di DPR dapat segera diselesaikan. Dengan begitu, perangkat desa tak perlu berdemo lagi ke DPR untuk menuntut kesejahteraan mereka,” tegas wakil ketua DPR tersebut.Taufik mengatakan, usul pengangkatan perangkat secara bertahap itu dilontarkan setelah berdialog dengan para perangkat desa. Menurut dia, dalam menyampaikan tuntutan, mereka bisa bersikap realistis. Kalaupun tidak siap, kata Taufik, mereka siap dengan adanya pen…

Pengurusan NIP CPNS dari Honorer Molor

Pemberkasan nomor induk pegawai (NIP) calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari saringan tenaga honorer kategori 2 (K-2) tidak berjalan mulus. Sejauh ini baru 35 persen dari total honorer K-2 yang lulus ujian. Alhasil, banyak daerah minta waktu tambahan mengurus NIP ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).Data dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menyebutkan, tenaga honorer K-2 yang mengikuti ujian berjumlah 608.814 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 209.719 orang dinyatakan lulus Posisi pada akhir Juni lalu, NIP yang keluar baru 25 persen atau sekitar 52.429 NIP.“Sekarang sudah 35 persen NIP yang dikeluarkan BKN,” kata Kepal Biro Humas dan Protokol BKN Tumpak kemarin. Dengan posisi 35 persen itu, berarti CPNS dari kelompok honorer K-2 yang sudah memiliki NIP sekitar 73.400 orang.Tumpak mengakui pengurusan NIP bagi para CPNS yang asalnya tenaga honorer K-2 sangat lama. “Kita bahkan sampai perpanjang tiga kali,” katanya.Perpanjangan pengurusan NIP …