Langsung ke konten utama

Sebanyak 1.959 Honorer K2 Kementerian PU

Sejak mulai diumumkan pada Februari 2014 yang lalu, pengumuman honorer kategori 2 (K2) yang dinyatakan lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih belum selesai. Pada Jumat (6/6/2014) Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) kembali mengumumkan kelolosan 1.959 tenaga honorer K2 di Kementerian Pekerjaan Umum menjadi CPNS. Untuk mengeceknya langsung, dapat mengunjungi situs http://sscn.bkn.go.id dan juga http://cpns.liputan6.com.

Sejak mulai diumumkan, hingga kini tercatat sudah sebanyak 507 instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah yang telah mengumumkan hasil tes. Instansi tersebut terdiri dari 36 Kementerian/Lembaga dan 471 instansi pemerintah di tingkat provinsi serta pemerintah Kabupaten/Kota. Adapun jumlah honorer K2 yang dinyatakan lulus jadi CPNS oleh Panselnas sebanyak 179.595 orang.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman di Jakarta pada Jumat (6/6/2014) mengungkapkan, “Dengan telah diumumkannya hasil seleksi CPNS Tenaga Honorer K2 Kementerian PU ini, maka kini  tinggal honorer K-2 Kementerian Agama yang belum diumumkan.”

Untuk CPNS K2 yang telah dinyatakan lolos sebelumnya, masih ada beberapa tahap yang harus dilewati. Selain pemberkasan, masih ada verifikasi yang harus dilakukan masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Hal ini bertujuan agar menghindari PNS ‘bodong’. Berbagai kecurangan dan indikasi pemalsuan beberapa kali mencuat, tetapi hingga saat ini belum ada oknum yang dinyatakan sebagai tersangka.

Panselnas masih tetap terbuka terhadap masukan masyarakat mengenai hasil seleksi CPNS tenaga honorer K-2 itu. Jika ada masyarakat yang menemukan adanya kejanggalan atas proses seleksi CPNS, dengan menyampaikannya langsung kepada Panselnas melalui situs www.bpkpgo.id/pengaduancpns.bpkp.

Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usulkan 3.647 Formasi CPNS, tapi Belum Mendapat Jawaban

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas sudah mengusulkan 3.647 formasi ke Kemenpan, pada 24 Febuari 2014 lalu. Namun, hingga sekarang belum dapat dipastikan apakah Kabupaten Banyumas  memperoleh jatah kuota CPNS 2014 atau tidak.   Kepala BKD Kabupaten Banyumas, Ahmad Supartono menyebut,  usulan yang disampaikan sebanyak 3.647 formasi.          Jumlah ini  didominasi kebutuhan tenaga pendidikan dan kesehatan. Kekurangan pegawai di Kabupaten Banyumas sebenarnya mencapai 5.000 formasi. Namun, jumlah ini tidak diusulkan seluruhnya karena  mempertimbangkan prioritas. “Termasuk yang diprioritaskan adalah  guru kelas, guru agama. Apalagi setelah kurikulum baru perlu lebih banyak tenaga,” jelasnya. Meski belum ada kepastian jatah alokasi CPNS 2014, BKD telah  mengantisipasi biaya penyelenggaraan pengadaan pegawai, dengan mengusulkan kebutuhan anggaran di APBD perubahan 2014. Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Alasan Regenerasi, Menteri PAN Tak Jadi Caleg

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, yang juga politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Azwar menyatakan ingin ada regenerasi dalam susunan calon anggota legislatif. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo dalam pesan singkat. “Pak Azwar sejak awal tidak masuk dalam daftar caleg 2014. Menteri dari PAN yang maju sebagai caleg hanya Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan),” ujar Dradjad. Ia menjelaskan, alasan utama Azwar tidak mencalonkan diri sebagai caleg lantaran ingin memberikan kesempatan bagi kader yang masih muda, khususnya di wilayah Aceh. “Alasan utamanya adalah regenerasi, khususnya PAN Aceh. Yang bersangkutan merasa sudah terlalu sepuh untuk maju lagi dan ingin memberikan kesempatan kepada kader-kader muda PAN Aceh,” kata Dradjad. Selain Azwar, Dradjad mengungkapkan, Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat saat ini, Farhan Hamid, juga memilih tak maju lagi ...

Formasi CPNS 2014 Didominasi Guru dan Tenaga Medis

Persyaratan administrasi pendaftaran tes CPNS dicap ribet dan rumit. Bahkan banyak yang menyebut, konsentrasi calon pelamar sudah habis untuk menyiapkan tetek bengek persyaratan mengikuti ujian calon abdi negara. Mulai tahun ini pemerintah mengepras sejumlah persyaratan administrasi pendaftaran tes CPNS. Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman mengatakan, persyaratan administrasi tes CPNS yang dihapus adalah lembar SKCK (surat keterangan catatan kebaikan), surat keterangan sehat, dan kartu kuning. SKCK selama ini diterbitkan oleh satuan Intelkam Polres. Tetapi untuk mendapatkannya, pemohon harus mendapatkan surat pengatar dari Polsek. Masyarakat tentu banyak yang mengeluh, karena lokasi Polres umumnya ada di pusat kabupaten atau kota. Sedangkan tempat tinggal calon pelamar CPNS tersebar hingga ke pelosok kabupaten dan kota. Biaya resmi untuk mendapatkan SKCK sejatinya tidak mahal ya...