Langsung ke konten utama

Awas Terbujuk Calo CPNS Baru

 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menghimbau masyarakat menghindari praktek percaloan saat tes CPNS 2014 bulan depan. Mereka juga menegaskan bahwa tes CPNS gratis, tanpa ada pungutan biaya apapun.
Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemen PAN-RB Herman Suryatman mengatakan, calon CPNS ini biasanya bekerja sendiri dan murni penipuan. Selain itu, modus lain para calon CPNS itu adalah mengaku kenal dengan oknum instansi yang akan dilamar calon korban.
“Hati-hati, jangan tebujuk calo. Kami melaksanakan tes CPNS 2014 secara transparan tidak ada titip-titipan lagi,” papar Herman kemarin. Dia mengatakan dalam operasinya, para calo CPNS itu mengiming-imingi bisa meloloskan menjadi abdi negara tetapi dengan ongkos tertentu.

Rata-rata untuk bisa menjadi CPNS, para calo memasang lebih dari Rp 100 juta. Sedangkan untuk menjadi pegawai honorer, biayanya kurang dari Rp 100 juta.
Herman menegaskan tidak ada ruang lagi bagi oknum pegawai instansi maupun pihak lain untuk melobi panitia tes supaya mendapatkan jatah. “Seleksi CPNS sekarang dilaksanakan secara transparan, objektif, dan kompetitif serta bebas KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme, red),” jelas dia.
Dia juga menjelaskan bahwa tes CPNS saat ini lebih banyak dilakukan secara online. Mulai dari fase pendaftaran yang dilakukan secara online. Kemudian tes tulis yang biasanya dipakai, sudah diganti dengan tes model CAT (computer assisted test).
Kalau ada calo yang meminta uang ketika korban sudah lulus ujian, Herman juga mengatakan jangan diladeni. Sebab kelulusan itu murni karena kemampuan pribadi, bukan atas bantuan orang lain.
Selain urusan calo, Herman mengatakan masyarakat tidak dibebani biaya pendaftaran dan tes CPNS. Dia mengatakan masih ada laporan instansi yang menarik pungutan selama masa penerimaan CPNS baru.

Modusnya untuk biaya administrasi atau ibiaya operasional lainnya. Herman menjelaskan bahwa segala biaya administrasi maupun operasional tes CPNS sudah dialokasikan di APBN maupun APBD kabupaten dan provinsi.
Herman berharap saat ini masyarakat lebih fokus untuk mempersiapkan diri jelang dibukanya pendaftaran tes CPNS baru. Rencananya pendaftaran tes CPNS ini dibuka pekan ketiga Juli nanti. Kuota yang disiapkan adalah 65 ribu lowongan untuk CPNS dan 35 ribu lowongan untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) alias pegawai kontrak.

Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usulkan 3.647 Formasi CPNS, tapi Belum Mendapat Jawaban

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas sudah mengusulkan 3.647 formasi ke Kemenpan, pada 24 Febuari 2014 lalu. Namun, hingga sekarang belum dapat dipastikan apakah Kabupaten Banyumas  memperoleh jatah kuota CPNS 2014 atau tidak.   Kepala BKD Kabupaten Banyumas, Ahmad Supartono menyebut,  usulan yang disampaikan sebanyak 3.647 formasi.          Jumlah ini  didominasi kebutuhan tenaga pendidikan dan kesehatan. Kekurangan pegawai di Kabupaten Banyumas sebenarnya mencapai 5.000 formasi. Namun, jumlah ini tidak diusulkan seluruhnya karena  mempertimbangkan prioritas. “Termasuk yang diprioritaskan adalah  guru kelas, guru agama. Apalagi setelah kurikulum baru perlu lebih banyak tenaga,” jelasnya. Meski belum ada kepastian jatah alokasi CPNS 2014, BKD telah  mengantisipasi biaya penyelenggaraan pengadaan pegawai, dengan mengusulkan kebutuhan anggaran di APBD perubahan 2014. Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Alasan Regenerasi, Menteri PAN Tak Jadi Caleg

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, yang juga politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Azwar menyatakan ingin ada regenerasi dalam susunan calon anggota legislatif. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo dalam pesan singkat. “Pak Azwar sejak awal tidak masuk dalam daftar caleg 2014. Menteri dari PAN yang maju sebagai caleg hanya Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan),” ujar Dradjad. Ia menjelaskan, alasan utama Azwar tidak mencalonkan diri sebagai caleg lantaran ingin memberikan kesempatan bagi kader yang masih muda, khususnya di wilayah Aceh. “Alasan utamanya adalah regenerasi, khususnya PAN Aceh. Yang bersangkutan merasa sudah terlalu sepuh untuk maju lagi dan ingin memberikan kesempatan kepada kader-kader muda PAN Aceh,” kata Dradjad. Selain Azwar, Dradjad mengungkapkan, Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat saat ini, Farhan Hamid, juga memilih tak maju lagi ...

Penetapan SK CPNS untuk Honorer K2 Jadi Tanggung Jawab Pemda

Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerbitkan nomor induk pegawai (NIP) bagi sekitar 12 ribu honorer kategori 2 (K2). Namun demikian, para calon abdi negara itu tidak otomatis bisa langsung kerja tanpa adanya penetapan dari pemerintah daerah. Kepala BKN Eko Sutrisno menyatakan, hingga saat ini belum ada satupun pemda yang sudah  menetapkan surat keputusan (SK) tentang CPNS yang mendapatkan NIP. Padahal, SK itu sangat penting bagi honorer K2 yang telah resmi diangkat CPNS. “Tanpa SK, honorer K2 yang sudah lulus CPNS tidak bisa bekerja. SK itu merupakan bukti kalau kepala daerah secara resmi mengangkat honorernya menjadi pegawai. Dari SK juga akan diketahui kapan CPNS-nya bisa mulai bekerja,” ujar Eko. Eko mengakui bahwa pihaknya mendapat banyak info tentang K2 yang belum mengantongi SK penetapan CPNS dari kepala daerah. Namun, katanya, BKN memang tidak bisa mencampuri hak kepala daerah dalam menetapkan CPNS. “SK itu urusan internal daerah. BKN tidak bisa masuk terlalu jauh ke situ,”...