Langsung ke konten utama

Dua Tahun Kada Dilarang Mutasi Pejabat

Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah disahkan beberapa bulan lalu. Namun kepala daerah (Kada) masih melakukan mutasi terhadap kepala dinas maupun kepala badan tanpa alasan jelas. Ironisnya, posisi itu diisi pejabat yang merupakan orang terdekat kada.

“Memang di lapangan para kada masih melakukan mutasi semaunya. Untuk mencegah ini tidak terjadi terus menerus, pemerintah akan menetapkan RPP tentang pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT),” ungkap Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmadja.

Dalam penjabaran RPP JPT, diatur tentang mekanisme pengisian jabatan. Seorang kada tidak boleh mengganti Kadis atau kepala badan selama dua tahun.

Nantinya setiap tahun kinerja pejabat akan dievaluasi. Kalau tidak memenuhi kompetensi, yang bersangkutan dimutasi ke bagian lain.

“Mutasi hanya bisa dilakukan bila pejabatnya bekerja dua tahun. Ini amanat UU ASN. Tapi bila pemindahannya karena tidak sesuai kompetensi artinya keahliannya tidak sama dengan jabatannya, bisa saja dipindah sebelum dua tahun,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam evaluasi kinerja, tidak hanya pejabat yang dievaluasi tapi seluruh PNS. Bila kinerjanya di bawah 25 persen PNS akan diberhentikan. Sedangkan PNS yang memegang jabatan pimpinan tinggi akan diturunkan.

“Apabila kada masih nekat melakukan mutasi karena atas dasar like and dislike, akan ada sanksi tegas bagi kadanya. Sedangkan PNS yang dimutasi tanpa alasan jelas, bisa mengajukan gugatan ke PTUN,” tandasnya.

Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usulkan 3.647 Formasi CPNS, tapi Belum Mendapat Jawaban

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas sudah mengusulkan 3.647 formasi ke Kemenpan, pada 24 Febuari 2014 lalu. Namun, hingga sekarang belum dapat dipastikan apakah Kabupaten Banyumas  memperoleh jatah kuota CPNS 2014 atau tidak.   Kepala BKD Kabupaten Banyumas, Ahmad Supartono menyebut,  usulan yang disampaikan sebanyak 3.647 formasi.          Jumlah ini  didominasi kebutuhan tenaga pendidikan dan kesehatan. Kekurangan pegawai di Kabupaten Banyumas sebenarnya mencapai 5.000 formasi. Namun, jumlah ini tidak diusulkan seluruhnya karena  mempertimbangkan prioritas. “Termasuk yang diprioritaskan adalah  guru kelas, guru agama. Apalagi setelah kurikulum baru perlu lebih banyak tenaga,” jelasnya. Meski belum ada kepastian jatah alokasi CPNS 2014, BKD telah  mengantisipasi biaya penyelenggaraan pengadaan pegawai, dengan mengusulkan kebutuhan anggaran di APBD perubahan 2014. Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 25 Agustus 2014

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akan mengumumkan lowongan formasi perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru pada 11 hingga 24 Agustus 2014. Saat ini pihak kementerian tengah meminta para pejabat pembina kepegawaian (PPK) pusat dan daerah untuk segera menyampaikan usulan tambahan formasi aparatur sipil negara (ASN), khususnya CPNS. Deputi Sumberdaya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PAN-RP, Setiawan Wangsaatmadja mengatakan usulan tambahan formasi dari pusat maupun daerah akan ditunggu paling lambat 24 Juli 2014. Rincian usulan ini diperlukan agar penetapan dan persetujuan rincian dapat dilaksanakan sesuai jadwal. “Diharapkan jadwal itu bisa ditepati, sehingga instansi yang membuka formasi CPNS dapat mengumumkan lowongan formasi antara 11-24 Agustus 2014,” ucap Setiawan seperti dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta. Setelah pengumuman lowongan CPNS masing masing instansi dibuka, masyarakat hendak mendaftar bisa langsung seca...

Penetapan SK CPNS untuk Honorer K2 Jadi Tanggung Jawab Pemda

Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerbitkan nomor induk pegawai (NIP) bagi sekitar 12 ribu honorer kategori 2 (K2). Namun demikian, para calon abdi negara itu tidak otomatis bisa langsung kerja tanpa adanya penetapan dari pemerintah daerah. Kepala BKN Eko Sutrisno menyatakan, hingga saat ini belum ada satupun pemda yang sudah  menetapkan surat keputusan (SK) tentang CPNS yang mendapatkan NIP. Padahal, SK itu sangat penting bagi honorer K2 yang telah resmi diangkat CPNS. “Tanpa SK, honorer K2 yang sudah lulus CPNS tidak bisa bekerja. SK itu merupakan bukti kalau kepala daerah secara resmi mengangkat honorernya menjadi pegawai. Dari SK juga akan diketahui kapan CPNS-nya bisa mulai bekerja,” ujar Eko. Eko mengakui bahwa pihaknya mendapat banyak info tentang K2 yang belum mengantongi SK penetapan CPNS dari kepala daerah. Namun, katanya, BKN memang tidak bisa mencampuri hak kepala daerah dalam menetapkan CPNS. “SK itu urusan internal daerah. BKN tidak bisa masuk terlalu jauh ke situ,”...