Langsung ke konten utama

Pelamar CPNS di Lubuklinggau Wajib Ber-KTP Setempat

CPNS Lubuklinggau 2014 – Para peminat CPNS di Lubuklinggau tetapi ber KTP di luar Kota Lubuklinggau tampaknya harus kecewa. Pasalnya Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menegaskan, para Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) yang akan mengikuti tes atau seleksi di Lubuklinggau wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) setempat. Hal ini untuk menjaring agar, peserta seleksi CPNSD adalah putra daerah, bukan orang dari luar daerah.

“Ini salah satu syarat yang kami ajukan ke pusat, yaitu bagi peserta atau seleksi yang mengikuti tes CPNSD di Lubuklinggau, itu wajib memiliki KTP Kota Lubuklinggau. Tujuannya, untuk memberikan kesempatan putra daerah untuk mengabdi bagi daerahnya. Ini untuk anak-anak daerah, nanti kalau orang luar yang lulus, setelah lulus dia pindah lagi kedaerahnya, ini yang kita tidak mau,” katanya belum lama ini.

Dikatakan, selain wajib memiliki KTP daerah, bagi peserta tes CPNSD yang akan mengikuti seleksi di Lubuklinggau, juga wajib mengikuti tes wawancara. Hal ini perlu dilakukan, antara lain untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan peserta yang bersangkutan terhadap visi dan misi Kota Lubuklinggau. Karena menurutnya, percuma saja menerima pegawai yang sama sekali tidak mengerti atau memahami visi dan misi daerah ditempatnya mengabdi.

“Jika syarat yang kita ajukan ini, yaitu wajib KTP daerah dan tes wawancara tidak ditindaklanjuti atau tidak diterima oleh pusat, maka kita tidak akan melakukan penerimaan CPNS, atau kita tolak,” katanya sembari menyebutkan kuota penerimaan CPNS untuk Kota Lubuklinggau tahun 2014 ini diperkirakan sekitar 75 formasi.

Diungkapkan, pihaknya tetap mengikuti prosedur penerimaan pegawai sebagaimana yang sudah berlaku, seperti mengikuti rangkaian seleksi yang sudah ditetapkan. Setelah lulus berdasarkan pasing grade, maka yang lulus akan disertakan untuk mengikuti wawancara.

“Ya kita juga tidak semena-mena, yang lulus pasing grade, itu yang kita ikut sertakan wawancara, KTP-nya dicek. Itu keinginan kita. Kalau lulus hanya berdasarkan passing grade saja, ya sudah di SK-kan oleh pusat saja, mana lagi kewenangan daerah,” tutupnya.

Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usulkan 3.647 Formasi CPNS, tapi Belum Mendapat Jawaban

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas sudah mengusulkan 3.647 formasi ke Kemenpan, pada 24 Febuari 2014 lalu. Namun, hingga sekarang belum dapat dipastikan apakah Kabupaten Banyumas  memperoleh jatah kuota CPNS 2014 atau tidak.   Kepala BKD Kabupaten Banyumas, Ahmad Supartono menyebut,  usulan yang disampaikan sebanyak 3.647 formasi.          Jumlah ini  didominasi kebutuhan tenaga pendidikan dan kesehatan. Kekurangan pegawai di Kabupaten Banyumas sebenarnya mencapai 5.000 formasi. Namun, jumlah ini tidak diusulkan seluruhnya karena  mempertimbangkan prioritas. “Termasuk yang diprioritaskan adalah  guru kelas, guru agama. Apalagi setelah kurikulum baru perlu lebih banyak tenaga,” jelasnya. Meski belum ada kepastian jatah alokasi CPNS 2014, BKD telah  mengantisipasi biaya penyelenggaraan pengadaan pegawai, dengan mengusulkan kebutuhan anggaran di APBD perubahan 2014. Download Soal CPNS 2014, klik ini Soal CPNS 2014

Alasan Regenerasi, Menteri PAN Tak Jadi Caleg

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, yang juga politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Azwar menyatakan ingin ada regenerasi dalam susunan calon anggota legislatif. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo dalam pesan singkat. “Pak Azwar sejak awal tidak masuk dalam daftar caleg 2014. Menteri dari PAN yang maju sebagai caleg hanya Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan),” ujar Dradjad. Ia menjelaskan, alasan utama Azwar tidak mencalonkan diri sebagai caleg lantaran ingin memberikan kesempatan bagi kader yang masih muda, khususnya di wilayah Aceh. “Alasan utamanya adalah regenerasi, khususnya PAN Aceh. Yang bersangkutan merasa sudah terlalu sepuh untuk maju lagi dan ingin memberikan kesempatan kepada kader-kader muda PAN Aceh,” kata Dradjad. Selain Azwar, Dradjad mengungkapkan, Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat saat ini, Farhan Hamid, juga memilih tak maju lagi ...

Seorang Camat Pukuli Staf Honorer Sampai Babak Belur

Diduga terbakar api cemburu, Camat Pemenang Barat, Kabupaten Merangin, Abas menganiaya seorang staf bagian humas Setda Merangin. Akibatnya, staf humas yang masih honorer itu mengalami luka dibagian tangan dan memar dibagian perut akibat terjangan kaki. Dari keterangan korban, Madi, saat acara peringatan maulid nabi pemkab Merangin sekitar jam 15.30 WIB. Pertama, dirinya dipanggil oleh camat Pemenang Barat Abas. Panggilan tersebut dipenuhinya. Setelah dipanggil dirinya langsung diajak ke Hall Bulu Tangkis tidak jauh dari KONI lokasi acara. “Setelah dipanggil dia langsung memukul saya dengan cara menarik baju dan menerjang,” kata Madi yang mengaku tidak tahu alasan apa sehingga dirinya dianiaya seperti itu. Dari pantauan di lokasi, setelah kejadian tersebut, korban langsung kerumah sakit untuk malakukan pengobatan, namun di sana camat tersebut sudah berada disana. Bahkan camat pamenang barat tersebut bahkan mengancam akan membunuh Staf honorer tersebut “Aku bunuh kau…!!!” Ancam Abbas be...