Langsung ke konten utama

Banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) Idap Hiperkolesterol

Dari 155 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, sekitar 37 persen yang mengidap hiperkoleterol. Sementara trigliserida tinggi mencapai 36 persen dan gula darah tinggi 2,3 persen. Data tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dalam rangka memperingati HUT Korpri ke-41, HUT Dharma Wanita serta Hari Kesehatan Nasional ke-48, dilakukan di Aula Kantor Gubernur Kepri, bekerja sama dengan PT Askes Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri diwakili Kepala Bidan (Kabid) Penyakit Tidak Menular, Rustam mengatakan dari sekian banyaknya PNS yang mengidap hiperkolesterol dikarenakan beberapa faktor. Diantaranya gaya hidup menyangkut pola makan.

“Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tingginya angka kolesterol, trigliserida, gula darah sera tekanan darah tinggi ini disebabkan pola hidup tidak sehat, terutama tentang pola makan dan kebiasaan merokok,” terangnya.

Dikatakan Rustam, selain kurang aktifitas olahraga juga karena faktor keturunan yang menyebabkan kolesterol tinggi. Untuk menghindari hiperkolesterol dilakukan beberapa cara, yakni dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan lakukan pola hidup sehat.

“Lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara teratur, hindari rokok, lakukan olahraga secara teratur, lakukan diet seimbang serta istirahat yang cukup dan tidak stres,” terangnya.

Kepala PT Askes Tanjungpinang, Wan Effi Yuliana mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan di kalanagan PNS dilingkungan Pemprov Kepri kebanyakan mengalami hiper kolesterol. Ini diakibatkan oleh gaya hidup terutama dalam segi pola makan serta kurangnya berolahraga.

“Setengah PNS yang melakukan pemeriksaan mengalami hiperkolesterol, kadar gula tinggi dan lainnya. Dikarenakan kurangnya aktifitas atau pergerakan yang dilakukan untuk membakar lemak,” ungkapnya.

Wan menghimbau, bagi kalangan PNS dikarenakan terlalu banyak bekerja dan pola makan yang tidak seimbang serta kurangnya pergerakan untuk membakar lemak dan ini harus dilakukan pencegahan.

“Lakukan pemeriksaan secara rutin dan kontinyu, olahraga serta lakukan konsultasi agar bisa mengetahui apa-apa untuk menghindari terjadinya hiperkolesterol,” terangnya singkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Belum Perlu Merekrut PNS

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), yang diresmikan sebagai daerah otonom baru sebagai pemekaran wilayah Kalimantan Timur belum memerlukan pegawai negeri sipil (PNS) baru. Kepala Bagian Humas Pemkab Nunukan, Kaltim, Hasan Basri optimistis, Kaltara belum perlu merekrut PNS. “Pejabat Kaltara bisa diambilkan dari lima kabupaten yang tergabung di Kaltara,” papar Hasan. Menyinggung pernyataan Mendagri bahwa daerah otonom baru tidak perlu merekrut PNS, Penjabat Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, mengutarakan, sesuai ketentuan provinsi baru belum dibolehkan merekrut pegawai. “PNS-nya nanti direkrut dari PNS provinsi induk dan kabupaten/kota di Kaltim, khususnya dari Kaltara,” ujar Irianto. Senin lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meresmikan 11 daerah otonom baru, termasuk Kaltara. Selain Kaltara, daerah otonm baru di kaltim yakni Kabupaten Mahakam Ulu. Ada lima kabupaten dan satu kota di Kaltim yang bergabung ke Kaltara, yakni Kabupaten Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Bulungan, dan Kota…

Honorer K2 Pemkot Jayapura yang Lulus sebanyak 1000 Orang

Pengumuman hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur tenaga honorer kategori  2 (K2) untuk Kota Jayapura bakal segera diumumkan mengingat usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura soal penambahan kuota yang diterima oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sudah diakomodir  oleh KemenPAN-RB.
Menurut Wali Kota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM  mengatakan, dari 1419 yang mengikuti seleksi K2, yang diterima adalah 883 orang, tapi setelah dirinya bertemu langsung dengan Menteri PAN-RB Azwar Abubakar untuk meminta menambah kuota  K2 yang lulus akhirnya disetujui menteri sendiri setelah mengkaji hal tersebut dengan berbagai pertimbangan.
“Ini merupakan angin segar bagi mereka yang telah mengikuti tes K2 karena dari 883 orang yang diterima bakal bertambah hingga 1000 orang, tapi kita tidak tahu apakah tambahan itu untuk orang Port Numbay atau tidak karena penyerahan resmi nanti  berbarengan dengan kabupaten/kota lainnya. Menteri akan menyerahka…

Sumsel Paling Banyak Dapatkan Tambahan Pegawai

Dari 123 pemda yang mendapatkan formasi aparatur sipil negara (ASN), Sumatera Selatan (Sumsel) paling banyak mendapatkan tambahan pegawai. Dari 18 pemda yang dimilikinya, hanya satu tidak diberikan formasi. Sedangkan Sumatera Barat (Sumbar), dari 20 pemda, hanya tiga tidak mendapatkan formasi.Kepala Biro Hukum, Komunikasi Informasi Publik (KIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman mengatakan, hampir seluruh pemda di Sumsel dan Sumbar mendapatkan formasi karena belanja pegawainya masih di bawah 50 persen.Selain itu, banyak yang merupakan daerah pemekaran. “Memang banyak pemda di Sumbar dan Sumsel yang dapat formasi. Namun dari jumlahnya dibatasi karena kuota nasional juga hanya 100 ribu orang,” kata Herman yang dihubungi.Adapun 17 pemda di Sumbar yang mendapat formasi CPNS adalah Pemprov Sumbar, Kab Agam, Kab Pasaman, Kab Solok, Kab Padang Pariaman, Kab Pesisir Selatan, Kab Tanah Datar, Kab Kep Mentawai, Kab Dharmasraya, Kab P…